Latest News :
Welcome to My Blog Hopefully Information is Helpful For You Thanks for Your's Visit... Selamat Datang Di Blog Saya Semoga Informasinya Bermanfaat Untuk Anda... Terimakasih Atas Kunjungannya

Pengetahuan

More on this category »

Latest Post

Senin, 26 November 2012

Awas, Smartphone Bisa Akibatkan Diare


COBA ambil smartphone Anda, apakah itu bersih? Yakin? Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Profesor Michael Schmidt dari Medical University, California Selatan menunjukkan bahwa smartphone layar sentuh mengandung banyak bakteri. Bakteri itu dapat menyebabkan flu, diare, bahkan radang telinga, seperti dilansir Genius Beauty.

Penelitian ini dilakukan pada sejumlah smartphone milik pegawai kantor di Chicago. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh ponsel milik pegawai kantor mengandung bakteri E-coli. Hal ini menjadi bukti bahwa para pegawai kantor sering mengabaikan mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Selain e- coli, ditemukan 56 bakteri patogen yang berkembang biak di layar smartphone.

Air Saja Tak Cukup Membersihkan
Dengan hasil penelitian ini, tentunya penting bagi kita semua untuk menjaga kebersihan ponsel. Penelitian ini juga mencari cara terbaik untuk membersihkan smartphone layar sentuh, tetapi mengalami kendala. Air tidak cukup untuk membersihkan minyak apalagi bakteri di layar. Cairan pembersih ponsel hanya membersihkan tanpa menggores layar, tapi bakteri masih dapat hidup. Sedangkan alkohol dapat membunuh bakteri, tetapi dapat merusak dan menggores layar smartphone.

Para peneliti memberi saran agar para pemilik smartphone tak lupa selalu mencuci tangan setelah memegang ponsel, sebelum makan, setelah naik angkutan umum dan setelah menggunakan toilet. Karena hingga saat ini belum ada media terbaik untuk membunuh kuman smartphone, meningkatkan kekebalan tubuh pada serangan bakteri juga menjadi cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh.
(vem/yul)
 
Sumber : Harian Semarang

Minggu, 25 November 2012

Mengenal Kamera dan Teknik Pengambilan Gambar

1. Kamera Saku / Digital Pocket Camera
Kamera saku adalah salah satu dari jenis-jenis kamera fotografi yang mudah dibawa kemana-mana dan menggunakan bentuk penyimpanan data digital dan pengambilan gambar dengan ukuran yang kecil. Hal ini merupakan kegunaan dari kamera tersebut yang didesain sepraktis mungkin dan otomatis. Sesuai dengan namanya, kamera saku mempunyai bentuk dan ukuran yang muat untuk disimpan dalam kantong baju atau celana. Hal-hal diatas adalah salah satu kelebihan pada kamera saku. Tapi yang perlu diketahui untuk kamera saku secara umum yaitu keterbatasan untuk berkreasi secara profesional, dan fungsi foto yang monoton dan sederhana.
Kamera Saku
2. Rangefinder
Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm.

Kamera Rangefider
3. Kamera SLR ( Single Lens Reflex )
Kamera SLR adalah jenis-jenis kamera fotografi profesional yang masih menggunakan film atau klise sebagai media penangkap gambar manual. Dengan menggunakan lensa fixed atau lensa zoom, kamera SLR dapat menangkap gambar dengan resolusi sangat tinggi dan detail.

Kamera SLR
4. TLR, Twin Lens Reflex
Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium.
Kamera TLR

5. Consumer
Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.

6. Prosumer
Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto.
Kamera Prosumer


7. Kamera Digital SLR
Ada banyak kelebihan yang dapat dibicarakan jika ingin menggali lebih dalam informasi tentang kamera digital. Berbagai fungsi disediakan untuk mendapatkan gambar foto yang baik dan berkualitas. Kamera digital SLR merupakan kamera untuk kelas profesional yang membutuhkan foto dengan resolusi super tinggi. Berbeda dengan kamera SLR, salah satu dari jenis-jenis kamera fotografi ini mengupgrade sensor penangkap gambar dengan alat elektronik bernama CCD / sensor CCD. Ada pula yang memakai sensor CMOS.

Kamera DSLR
Sumber : http://priambodotommy.blogspot.com/2012/02/mengenal-kamera-dan-teknik-pengambilan.html

Mengenal Dasar-dasar Teknik Photography

Ada beberapa teknik yang perlu kita ketahui dalam pengambilan gambar di dunia photography. Tujuan dari dilakukannya hal ini, adalah untuk memperoleh sumber gambar yang bagus pada saat editing photo nantinya. Kalian tidak mau kan? momen-momen indah kalian bersama orang terdekat ketika sedang bersama tidak di abadikan atau di dokumentasikan dalam bentuk foto.


Penentuan angle secara tepat akan menghasilkan shot yang baik. Angle dapat mempengaruhi emosi dan psikologi penonton, karena shot yang dihasilkan bisa bersifat obyektif, subyektif, atau merupakan sudut pandang tokoh dalam film. Disini saya akan membahas mengenai berbagai angle yang dipakai dalam dunia photography. Secara sekilas ada kesamaan antara penentuan angle di photography dan filmography.

Pada saat pengambilan gambar, kalian harus menghindari penggunaan zoom yang berlebihan. Karena, hal ini bisa menyebabkan gambar menjadi blur / tidak fokus (out of focus), terutama pada kamera yang memiliki zoom digital yang tidak memiliki Image Stabilization (IS) atau Vibration Reduction (VR).

Out Of Focus






















Untuk dapat bereksplorasi dalam pengambilan gambar, Ada 5 macam angle (sudut pandang) yang dapat dipakai, untuk menghasilkan kualitas photo yang mengesankan diantaranya :  seperti Bird Eye View (atas objek), High Angle (arah atas objek), Low Angle (arah bawah objek), Eye Level (sejajar dengan pandangan objek), dan Frog Eye (bawah objek) . Diharapkan, dengan melakukan hal ini, hasil dari pengambilan gambar akan lebih menarik dan artistik. Waduh Berat banget bahasanya…

Dibawah ini ada beberapa contoh photo dari ke 5 angle diatas.

Bird Eye View

Istilah yang dipakai jika kita mengambil gambar dari sudut yang sangat tinggi dari objek. Disebut bird eye view karena gambar yang dihasilkan sama seperti pandangan burung yang sedang terbang diangkasa.
 

Bird Eye View

 High Angle

Cara pengambilan gambar yang dilakukan tepat diatas objek. Letak kamera yang lebih tinggi daripada objek mengharuskan kamera menunduk sehingga berkesan gambar menjadi 3 dimensi.

High Angle
 Low Angle

Pengambilan gambar yang dilakukan dari bagian bawah objek. Sudut ini sering digunakan untuk memotret gedung gedung agar terlihat kesan yang megah dan mewah.

Low Angle
 Normal Angle

Pengambilan sudut yang dilakukan sejajar dengan tubuh objek. Efek yang dihasilkan dari pengambilan angle ini adalah gambar objek sejajar dengan sang fotografer

Normal Angle
 Frog Eye

Sudut yang diambil yaitu sejajar permukaan tanah tempat objek berada. Sehingga kesannya sang objek menjadi seperti raksasa (tapi bukan betulan lho). Disebut frog eye karena gambar yang dihasilkan seperti pada mata katak yang besar itu (tapi kalau liat katak sungguhan? nggak mau ah...)

Frog eye
 Sedikit Tips Buat Teman-teman nich..
  • Dalam pengambilan gambar Jangan terpaku dengan objek utama saja, masih banyak objek – objek disekitarnya yang bisa kalian perhatikan.
  • Jangan mengambil gambar pada tempat – tempat yang pencahayaannya kurang. Gunakan cahaya tambahan pada kamera kalian untuk menambah pencahayaan.
  • Untuk menghindari guncangan pada saat pengambilan gambar, sebaiknya gunakan Tripod. Penggunaan tripod ini juga bisa memperhalus gambar ketika melakukan transisi.
Tripod

“Teknik Fotografi dan Hasil Bagus Itu Gampang kok, Beneran!”

Teknik untuk mendapatkan hasil foto yang bagus itu mudah koq, yang agak susah tu … hmmphhh… di akhir tulisan aja yaa pembacaa… hehehe. Trus, jenis kamera bukan faktor utama yang menentukan bagus atau tidaknya suatu foto.

Ok deh dibawah ini pengetahuan dasar fotografi (inti-intinya aja ya, kalau dijabarkan wahhh bisa jadi buku deh heheheh). Fotografi manual/film keqnya dah bisa dibilang nyaris punah, hanya orang-orang tertentu yang masih menggunakannya atau seorang kolektor mania. Fleksibilitas, murah dan hematya fotografi digital telah menenggelamkan fotografi manual.

Langsung aje yee… ^_^

Jenis Kamera Digital

1. Point and Shoot (PAS)

    Penggunaannya mudah, ukurannya relatif kecil (pocket/kompak), lensa tidak bisa diganti-ganti, harganya relatif murah. Misalnya kamera mobile phone dan kamera digital biasa.

2. Prosumer

    Kamera pertengahan, ukuran dan harganya antara PAS & DSLR, kamera PAS yang memiliki beberapa kontrol manual, lensa tidak bisa diganti-ganti.

3. Digital Single Lens Reflect (DSLR)

    Full manual control & otomatis, lensa fleksibel dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan, ukurannya relatif besar, harganya relatif mahal.

Tahapan Foto Digital

1. Image Acquisition (Input)

    Proses pengambilan foto (hmmm… disinilah perlunya teknik pengambilan foto).

2. Image Processing

    Pengolahan foto dengan software ex. Adobe Kotoshop (T_T), ACD See, Corel Photo Paint (pokok é banyak deh…), disini tahapan untuk mengatur warna, pencahayaan lanjutan, ketajaman (sharpness), dan komposisi lanjutan (cropping)

3. Print Out (Output)

    Karna penyesuaian (kalibrasi) warna monitor dengan warna print out… jadinya tahapan ini agak susah.

Klasifikasi Fotografi

Sebenarnya pengklasifikasian fotografi ini sulit dan bersifat subjektif, namun secara umum dapat dibagai atas 5 bidang yaitu:
  1.     Lokasi dan Jenis Objek: Urban, Travel, Nature, Wild Life, Under Water Photography
  2.     Aktivitas Manusia: Journalist, Wedding, Event, Sport Photography
  3.     Ilmu Pengetahuan (Science): Forensic, Science, Medical Photography
  4.     Konsep: Art, Still, Documentary, Advertising Photography
  5.     Teknik/Peralatan Fotografi: Wide, Macro, Aerial Photography

Tips Teknik Mendapatkan Hasil Foto yang Bagus

Tips paling utama adalah sering mengamati foto-foto yang bagus. Semakin sering kita mengamati foto-foto yang bagus, lama-lama tanpa disadari kita akan memiliki sense foto yang bagus. Foto-foto yang sangat berkualitas, baik dari segi seni atau pemberitaan, diantaranya bisa dilihat lihat di National Geographic dan Kompas Image.

Trus, mengenai penggunaan alat nge jepret, kamera jenis apapun dari yang murahan hingga yang mahalan hihih… kalau memang benar-benar minat fotografi pasti gak kesulitan deh, pake aja tekni trial and error, sambil baca-baca juga buku manualnya.

Trusnya lagi, pahami benar Point of Interest (POI), ketahui benar objek yang mana yang mesti ditonjolkan, sehingga bila orang melihat foto itu, dia akan otomatis melihat POI tersebut.

Adapun faktor-faktor yang menentukan kualitas hasil foto menurut Rahmad Agus Koto (2012) adalah (zzzzz wkwkwkk emangnya jurnal apa…hihi..) adalah:
  •     Kondisi Objek
  •     Pencahayaan (Exposure)
  •     Warna
  •     Fokus/Ketajaman (Sharpness)
  •     Komposisi
  •     Sudut Pandang (Viewing Angel)
Kondisi Objek 

Bisa dikatakan kondisi objek memiliki peranan penting dalam suatu foto yang bagus. Apakah ekspresi dari objek atau objek yang merupakan peristiwa yang unik atau jarang terjadi.



Pencahayaan (Exposure)

Masalah cahaya ni, ya tergantung tujuan foto diambil sih, bisa saja foto yang agak gelap atau terlalu terang malah bagus. Tapi secara umum pencahayaan yang bagus itu harus pas ^_^



Warna

Pengetahuan mengenai warna cukup penting juga dalam dunia fotografi loh. Seorang graphic designer, atau fashion designer paham benar memainkan warna.




Fokus / Ketajaman (Sharpenss)
Paling ngeselin deh liat foto yang kabur (bukan melarikan diri loh wkwkwwk), ya kan? Penggunaan manual fokus butuh latihan yang sering, untuk pemula make autofokus aja dulu.



Komposisi
Prinsip dasarnya adalah seimbang. Perhatikan orientasi yang cocok, portrait atau landscape, biasanya panorama atau objek yang jauh cocok menggunakan landscape, sedangkan objek yang vertikal cocok menggunakan portrait. Teknik komposisi lain diantaranya adalah Framing, Geometric dan Freedom

Prinsip Rule of Third sangat membantu untuk mendapatkan komposisi yang bagus. Dimana POI atau objek utama diposisikan di bahagian sepertiga bidang foto. 


 
Sudut Pandang (Viewing Angle)
Nah, yang ini sangat dipengaruhi oleh sense seni si fotografer, dari sudut mana pengambilan foto yang menarik dan “menjelaskan” objek. Kalau mahir memainkan viewing angel dan komposisi, ntar bisa jadi Director of Photography loh.


Yang paling susah adalah nyari objek atau peristiwa yang menarik hihi… >.<

Ok deh, semoga bermanfaat. Salam Hangat Sahabat Kompasioner ^_^

Pencahayaan dalam Fotografi

Pencahayaan merupakan unsur dasar dari fotografi. Tanpa pencahayaan yang optimal, suatu foto tidak dapat menjadi sebuah karya yang baik. Pengetahuan tentang pencahayaan mutlak harus dikuasai oleh seorang fotografer. Cara mempelajari penguasaan pencahayaan adalah dengan melatih mata untuk lebih peka terhadap cahaya yang muncul.

Cahaya Alam (Natural Light/Available.Light)
Cahaya alam adalah sumber cahaya utama dalam pemotretan luar ruang (outdoor). Sumber cahaya alam berasal dari matahari dan bendabenda angkasa yang mampu memantulkan cahaya, seperti bulan.

Dalam prakteknya, cahaya alam hampir tidak mungkin dikontrol (kalaupun bisa hanya sebagian kecil saja). Namun, Anda dapat memperkirakan kapan waktu yang paling baik untuk melakukan pemotretan sesuai dengan konsep pemotretan yang Anda inginkan untuk mendapatkan pencahayaan yang terbaik. Khusus untuk pemotretan siang hari, yang mempengaruhi kualitas cahaya matahari adalah posisi matahari, keadaan awan, dan cuaca.
  • Cahaya langsung (direct light)

Cahaya langsung adalah cahaya yang datang langsung dari sumber cahaya tanpa hambatan dan tanpa dipantulkan. Sifatnya keras dan menghasilkan bayangan tajam. Cahaya langsung terjadi ketika matahari bersinar terang dengan langit tidak berawan sehingga cahaya matahari jatuh langsung menimpa subjek. Bagian yang tertimpa sinar biasanya menghasilkan bayangan yang kuat, bersifat satu arah, dan memiliki berkas cahaya kuat dengan kontras yang mencolok antara bagian yang terkena sinar matahari dan yang tidak.Pada saat itu, biasanya kecerahan cahaya datar. Dengan demikian, sulit sekali diharapkan munculnya penampilan yang baik dari hasil pemotretan. Jadi, dari jenis cahaya ini hanya diperoleh gambar dengan mutu teknis baik, tetapi sulit mendapatkan dimensi yang memadai.Jenis cahaya ini tidak ideal untuk pemotretan manusia (portraiture) yang mengutamakan detail dan kelembutan. Dalam praktek pemotretan, perlu dipertimbangkan apakah keberadaaan bayangan akan mengurangi nilai foto atau menjadi sesuatu yang memperkuat foto. Untuk mengurangi bayangan yang tidak dikehendaki, Anda dapat menggunakan reflektor (pemantul) cahaya yang diarahkan ke bagian-bagian yang gelap atau bayangan.

  • Cahaya tidak langsung (indirect light)

Cahaya tidak langsung terjadi ketika cahaya matahari tertutup awan, cuaca berkabut, atau banyaknya debu di udara sehingga cahaya menjadi terdifusi/baur. Pada kondisi ini, cahaya datang dari banyak arah, menghasilkan cahaya yang lembut dan merata dengan nada warna (tone)yang halus (gradual).
Efek yang terjadi adalah bayangan menjadi lebih lembut dan bagian yang terkena cahaya juga mengalami pengurangan intensitas. Banyak orang berpikir, ini bukan saat yang tepat untuk melakukan pemotretan. Namun, ini merupakan kesempatan baik untuk melakukan pemotretan portrait atau benda-benda (still life) yang mengutamakan detil dan kejelasan bentuk dari segi volume, ukuran, dan warna.
Cahaya tidak langsung akan menghansilkan cahaya yang lembut dan merata dengan nada warna yang halus.

  • Reflected light

Reflected light terjadi ketika direct light memantul pada permukaan suatu benda. Air merupakan reflektor yang paling dikenal. Contohnya dapat dilihat pada pantulan cahaya dari permukaan air ke wajah perenang. Permukaan benda lain yang dapat memantulkan cahaya adalah dinding putih, jalan berbatu, atau pasir. Pemanfaatan reflected light untuk menerangi bayangan subjek yang diterpa cahaya matahari langsung serta penempatan subjek foto secara hati-hati dengan posisi terbaik dapat menghasilkan foto yang menarik.

  •  Window light

Jika sinar matahari masuk melalui jendela maka efeknya akan sama dengan cahaya langsung (direct light) dan akan menghasilkan kontras yang kuat antara bayangan dengan bagian yang terkena cahaya. Cahaya yang masuk melalui jendela akan mengenai sebagian objek di dalam suatu ruangan yang gelap. Subjek yang tercahayai menjadi lebih menonjol dan menarik perhatian mata karena lingkungan sekitarnya mempunyai pencahayaan yang jauh lebih lemah atau gelap sama sekali. Cahaya yang masuk melalui melalui jendela bisa terlihat sebagai berkas cahaya.
Natural light dalam ruang memiliki kualitas pencahayaan langsung dan tidak langsung. Cahaya tidak langsung akan terjadi ketika tidak semua cahaya dapat memasuki jendela sehingga akan tercipta cahaya langsung yang sangat lembut. Dinding yang berwarna terang juga dapat memantulkan cahaya yang menghasilkan bayangan lembut dan cahaya tambahan yang mengisi bayangan. Cahaya ini baik untuk pemotretan still life. Intensitas cahaya dalam ruangan relatif lebih lemah sehingga kecepatan yang terpilih biasanya adalah kecepatan lambat. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan tripod dan cable release (kabel pelepas rana).
Di samping itu, cahaya dibedakan menurut warnanya (color of light) yang dibagi menjadi cahaya hangat (warm) atau cahaya kemerahmerahan yang dapat dijumpai pada pagi atau sore hari dan cahaya
dingin (cool) atau cahaya kebiru-biruan pada siang hari. Dengan mengetahui jenis film yang dipakai dengan warna cahaya yang ada, Anda dapat menghasilkan hasil pemotretan yang diinginkan.

Mengenal Teknik Foto Bulb Dalam Fotografi

Mengenal Teknik Foto Bulb Dalam Fotografi Mengenal Teknik Foto Bulb Dalam Fotografi Mengenal Teknik Foto Bulb Dalam Fotografi - Kali ini saya akan memberikan artikel untuk Mengenal Teknik Foto Bulb Dalam Fotografi.Setelah beberapa saat yang lalu saya memberikan informasi mengenai Mengenal Apa Itu Depth Of Field dan juga sedikit artikel untuk Mengenal Istilah Dan Fitur Pada Kamera kali ini saya akan memberikan artikel lainnya mengenai dunia fotografi untuk Mengenal Teknik Foto Bulb Dalam Fotografi.

Teknik Foto Bulb Fotografi pada umumnya foto bulb dilakukan pada malam hari.Mengapa Teknik Bulb diambil pada waktu malam hari ?? Karena pada malam hari cahaya yang ada sangatlah minim, jadi amat sangat memungkinkan untuk melakukan pengambilan foto dengan speed yang sangat rendah.Dengan melakukan penyesuaian pada diafragma dengan bukaan kecil,sangat memungkinkan lagi untuk mendapatkan speed yg rendah.

Namun Foto Bulb  tidak hanya memungkinkan dilakukan pada malam hari namun juga siang hari tetapi tetap di tempat – tempat tertentu yang mempunyai pencahayaan minim.
Teknik Foto Bulb

Berikut adalah cara atau tips dalam teknik bulb yang munkin berguna :
 1.Biasanya Foto bulb dilakukan pada malam hari

 2.Gunakan speed rendah atau bulb, speed lebih dari 3 detik    
 Karena menggunakan speed rendah, untuk mengimbangi gunakan bukaan atau nilai f besar, f11 sampai f30, gunanya agar gambar bisa terlihat detail keseluruhan tanpa deph of field dan agar cayaha tidak terlalu fler atau terlalu terang

 3.Karena menggunakan kecepatan rendah, agar tidak ada goncangan saat mengambil gambar agar terjadi flug atau gambar yang gerak, maka gunakanlah alat bantu berupa tripod. Kalau tidak ada tripod, alternatif lain adalah seting kamera dengan timer, dan letakan kamera di landasan yang datar dan jauh dari goncangan.

Sekian informasi saya mengenai pengenalan dasar mengenai teknik foto ini.Semua hasilnya tinggal bergantung pada kreatifitas teman – teman semuanya.Semoga dengan adanya artikel sederhana ini teman – teman pembaca blog sederhana saya ini dapat Mengenal Teknik Foto Bulb Dalam Fotografi.

Teknik Pencahayaan Dalam Fotografi

Teknik Pencahayaan Dalam Fotografi - Kali ini saya akan berikan sedikit Teknik Fotografi yang lebih tepatnya adalah Teknik Pencahayaan Dalam Fotografi.Memang saya masih belum begitu mahir menggunakan yang namanya sebuah flash external ataupun dengan peralatan Pencahayaan Dalam Fotografi,namun apa salahnya saya sedikit berbagi kepada teman – teman semua dalam hal Teknik Pencahayaan Dalam Fotografi.

Pencahayaan Dalam Fotografi sebenarnya tidak kalah pentingnya dengan materi – materi lain dalam fotografi,apalagi jika teman – teman semuanya mengambil jurusan Foto Model karena ini adalah hal yang harus dipelajari.Ada banyak macam dari Teknik Pencahayaan Dalam Fotografi ini,oleh karena itu saya akan coba memberikannya kepada teman – teman semuanya.

Berikut ini adalah beberapa Teknik Pencahayaan Dalam Fotografi yang akan saya jabarkan untuk teman – teman semuanya yang hobby dalam dunia seni fotografi.
   
1.High Key Lighting
Teknik pencahayaan yang menghasilkan warna sangat kontras yang di dominasi oleh warna terang, biasanya warna putih. Kesan yang dihasilkan adalah bersih, putih, suci, lembut. Paling sesuai biasanya untuk fotografi produk, kosmetik, dan jenis foto yang memerlukan penguatan pada produk.
 
 2.Low Key Lighting
 Low Key lighting sebenarnya mirip dengan teknik hi-key, sama-sama menonjolkan kontras dari sebuah objek foto. Bedanya terletak pada eksekusi serta hasil akhir. Pada foto low key pencayahaan sangat minim, hanya ditekankan pada bagian-bagian tertentu objek foto. Foto ini sangat cocok untuk menampilkan kesan sedih, dalam, eksotis, mistis, dan sebagainya.
 
3.Candle Light    
Hasil dari teknik pencahayaan ini mirip dengan Low Key. Bedanya terletak pada sumber cahaya yang digunakan, biasanya dari lilin atau sumber cahaya lain yang mirip lilin. Foto yang dihasilkan memberi kesan dalam, kuat, damai, dan teduh.Teknik ini kebanyakan digunakan untuk foto-foto religius, produk, dan jenis foto lain yang ingin memberikan kesan damai dan teduh seperti karakter lilin. Karena sumber cahaya terbatas, teknik foto dengan kecepatan rendah. 

4.Split Lighting
Split lighting teknik pencahayaan dengan menggunakan lighting dari salah satu sisi objek foto. Hasilnya objek terlihat separo dari keseluruhan objek foto. Banyak diimplementasikan pada jenis foto portrait atau objek simetris. Kesan yang ditimbulkan bermacam-macam, tergantung dari keperluan foto dibuat. Bisa misterius, penekanan karakter objek dan sebagainya.
 
5. Horror Lighting
Teknik foto horor hampir mirip dengan teknik low light dan split lighting,perbedaannya hanya pada anglepengambilan objek foto dan sudut penempatan lampu serta ekspresi model. Kebanyakan posisi lampu diletakkan di bawah model.

 6.Butterfly Lighting   
Teknik lighting ini menempatkan lampu utama di atas objek foto. Sehingga dihasilkan foto dengan bayangan di bawah hidung menyerupai atau mirip bentuk kupu-kupu.Lighting jenis ini sangat cocok untuk foto kosmetik yang menonjolkan kecantikan objek foto.

Sekian informasi sederhana saya mengenai Teknik Pencahayaan Fotografi ini.Semoga apa yang saya berikan untuk teman – teman semua mengenai Pencahayaan Dalam Fotografi dan semoga apa yang teman – teman cari dapat ditemukan dalam artikel sederhana saya tentang Teknik Pencahayaan Dalam Fotografi.

Efek Menembus Batas (Out of Bounds)

Efek menembus batas atau biasa juga di bilang “Out of Bounds” merupakan sebuah manipulasi Photoshop di mana objek suatu foto akan terlihat seolah-olah keluar dari foto itu. Untuk lebih jelasnya mari simak tutorial yang saya akan jelaskan berikut. Disini saya hanya menggunakan satu buah foto, yaitu foto berikut ini.

Okey, langkah pertama bukalah foto tersebut dalam Photoshop. Kemudian buatlah layer baru di atas Layer Background dengan mengklik icon Create a New Layer, dan beri nama layer “frame”.



Buat seleksi dengan Rectangular Marquee Tool (M).



Klik kanan dan pilih Transform Selection.


Klik menu Edit>Transform>Perspective.



Klik dan tahan pada titik sudut kemudian geser/drag ke atas. Dan tekan tombol enter bila telah selesai.


Klik kanan pada Canvas Image pilih Stroke.


Maka akan muncul kotak dialog Stroke. Beri nilai width sebesar 10pixel dengan color=white. Pada bagian Location pastikan berada pada pilihan Inside. Dan klik Ok


Maka hasil sementara menjadi seperti ini.


Klik icon mata pada layer “frame” agar menjadi invisible. Kemudian seleksi sayap dengan menggunakan Polygonal Lasso Tool (L).

Pastikan Layer Background dalam keadaan terpilih. Klik kanan pada Canvas Image dan pilih Layer via Copy.

Sehingga akan tercipta layer baru kemudian atur susunannnya dan letakan layer itu pada posisi paling atas. Jangan lupa aktifkan lagi icon mata pada layer “frame”.


Buat duplikat Layer Background. Caranya, pastikan Layer Background dalam keadaan terpilih, kemudian tekan perpaduan tombol ctrl+J.



Lakukan lagi seleksi pada bagian frame dengan menggunakan Polygonal Lasso Tool (L) . Usahakan garis seleksi berada di dalam garis putih frame.

Klik kanan dan pilih Select Inverse.


Tekan tombol delete pada keyboard untuk menghapus bagian yang terseleksi. Kemudian anda harus buat lagi layer baru dan posisikan layer itu tepat di atas layer background.


Klik menu Edit>Fill (Shift+F5).


Maka akan tampil kotak dialog Fill. Pada bagian Use, pilih Black untuk memberikan warna hitam dan klik OK.


And Finaly...Goodluck!



Tutorial

More on this category »

Healthy

More on this category »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pengetahuan Mu - All Rights Reserved
Template Modify by khoirez
Proudly powered by Blogger